Halaman

Iklan

Minggu, 07 Juli 2013

Kisah Setetes Air Mata

Derasnya air mata yang mengalir, bukanlah tiada arti. Namun air mata diciptakan bagi mereka yang tiada seorangpun mengerti kesedihan yang mereka alami. Dalamnya luka dan kepedihan, tak seorangpun yang bisa tahu, mungkin hanya tuhan yang benar-benar mengerti rasa kesenderian dan kesedihan yang kita alami. Oleh karena itu tuhan menciptakan air mata agar kita sadar bahwa tuhan tak pernah pergi meninggalkan kita. Disaat tiada seorangpun yang menoleh saat kita terjatuh, tuhan ciptakan untuk kita "air mata".

Tetesan-tetesan kecil namun berarti besar. Membasahi keringnya hati. Menelisik jauh ke dalam sanubari. Dan saat kita benar-benar terpuruk, air mata dengan tersenyum berkata, "kamu tidak sendirian, tetaplah tegar, karena disaat kamu terjatuh bukan berarti kamu hancur sahabat. Kamu jatuh agar kamu bisa bangkit dan menjadi pribadi yang lebih kuat dari hari kemarin. Dan dengan kesedihan kau akan mengerti arti kebahagiaan yang sesungguhnya."

Rintik hujan dalam selimut awan kegalauan pun berganti dengan munculnya mentari penuh harap. Namun kemana perginya air mata yang sedari tadi membasahi pipi kita saat kita sendirian, dia setia menemani kita?. Ternyata sang air mata telah pergi untuk selamanya. Tetesannya telah hilang tak berbekas, mungkin menghilang ke kedalaman tanah. Atau mungkin ia menguap bagaikan embun pagi. Bahkan belum sempat kita ucapkan terima kasih kepada tetesan air mata kita, karena hanya dia yang menemani kita saat kita terpuruk jatuh sendirian.

Air mata telah pergi untuk selamanya, hanya sekejap. Namun begitu banyak makna yang ia ajarkan. Seperti halnya kehidupan manusia yang hanya hidup bahkan kurang dari 1 abad. Manusia dilahirkan, tua, kemudian mati, dan menghilang ke dalam dingin dan basahnya tanah. Air mata mengajarkan kepada kita bahwa kehidupan kita tak ubahnya bagaikan setetes air mata, kecil, tak berarti, dan sangat singkat, kemudian menghilang digantikan air mata baru. Namun bukan makna dari fase kehidupan yang amat singkat itu yang ingin ia ajarkan, namun apa yang telah kita lakukan dalam singkatnya kehidupan kita.




Pesan dari setetes air mata :
"Jadilah orang yang berarti bagi kehidupan orang lain dalam singkatnya kehidupan yang kita jalani, seperti setetes air mata. Kecil namun berarti amat besar, karena pengorbanan yang kita lakukan untuk orang-orang yang kita sayangi yang membuat hidup kita menjadi berarti. Bukan ego untuk memiliki yang berakhir dengan kehilangan."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar