Ku susuri tiap detik perjalanan kehidupan
menuju ujung jalan ini
seperti butiran embun dalam pagi hari
fase-fase yang akan kulalui
kadang ku berlari, namun tak jarang ku terjatuh dan terpuruk,
namun aku mencoba terus bangkit dan berjalan
Tertatih,
Tiap helai daun yang berguguran
menggoreskan kenangan dalam kehidupan
tawa dan tangis yang terukir dalam masa lalu
tersimpan rapi dalam palung hati
Terpatri,
Saat itu ku masih membalut luka
luka yang digoreskan oleh kenangan masa lalu
dalam kesendirian yang teramat dalam
namun cahaya itu datang membawa segenggam air
untuk sekedar mambasuh lukaku
Harap,
Dirimu yang datang dari lorong kegelapan
membawakan lentera harap
bangunkanku yang tertatih
menemaniku dalam kesendirian
hingga akhir kisah ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar