Terima kasih kau telah temaniku malam itu
saat kupunguti serpihan-serpihan sayap patahku
Kau datang dari sela sempit tembok kamarku
menyapaku dan buatku melukis senyuman
Senyap
setidaknya kau tidak seperti dia
yang tinggalkanku dalam pekat
bermandi jelaga dipeluk duka
terima kasih telah ajarkanku untuk bertahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar