Halaman

Iklan

Sabtu, 18 Maret 2017

Akan selalu ada pelangi setelah hujan

Ragamu hanya beberapa detik singgah dalam hidupku
Akan tetapi bagaimana kenangan tentangmu?
Dia masih kusimpan rapi dalam kotak kecil
Disudut hati ini dan akan selalu hidup dalam tiap detik waktuku
Aku masih ingat sore itu, mungkin kau sudah melupakannya
Aku ingat saat kau ucapkan "Kita tidak mungkin untuk bersama"
Aku hancur, namun ku selalu berusaha bangkit
meskipun pada akhirnya aku terjerembab lagi 
Kau selalu peduli, tanpa pernah ingin memiliki
Apakah kau sahabatku? bukan
Apakah kau saudariku? bukan
Apakah kau pernah menganggapku sebagai kekasih? aku meragukannya
Yang kutahu kau adalah kenangan,
Kenangan disaat aku terpuruk dan kesepian
Setidaknya kamu mau mendengar keluh kesahku
Meskipun kutahu kau bosan
Disaat itu langit terlalu hitam untukku
Bahkan disaat itu aku tidak bisa menemukan jalanku 
Kau masih belum berpikir untuk benar-benar pergi
walau berulang kali kusayat hatimu dengan ucapku
Yang kau tahu hanya ingin memastikan semuanya baik-baik saja
Tanpa peduli betapa deras hujan mengguyurmu
Disaat itu aku sadar, aku tidak pernah bisa berbuat apapun untuk melindungimu
Aku tak pernah bisa menaungimu disaat kau kedinginan dan kesepian
Karena aku hanyalah bayangan kosong dalam hidupmu,
Senyumku terlalu samar untuk sekedar kau kenang
Aku hanyalah orang yang membayangkan hadirmu disaat malam tiba
Kemudian tertawa bangga saat kau menanyakan kabarku
Hingga aku kembali terlelap pulas berselimut kesepian
Tanpa tahu dan merasakan betapa berat hidup yang kau jalani.
Di malam itu hujan begitu deras, hingga fajar akhirnya tiba
Dan ketika mentari mulai menghangatkan bumi
Kulihat secercah pelangi dilayar ponselku
Kubaca kalimat itu, kalimat yang selalu terngiang dalam hidupku
"Selamat Pagi. selamat beraktivitas, jangan pernah menyerah"
Setelah itu kau pun pergi, menghilang, dan lupakan aku
Tanpa pernah tahu aku menitikan air mata untukmu




Tidak ada komentar:

Posting Komentar